Total Tayangan Halaman

Senin, 26 April 2010

Bagaimana Membuat Momentum Kebangkitan Bisnis Internet Anda

Banyak orang dan anda mungkin salah satunya termasuk yang mulai frustasi ketika hendak menjalankan bisnis internet. “Dari mana saya harus mulai?” demikian mungkin pertanyaannya.

Atau,”bagaimana agar bisnis internet yang saya jalankan ini mampu mengalami perkembangan?”

Kalau anda tanya pada saya, jawaban saya begini…

“Untuk mulai menjalankan bisnis internet anda. Berhentilah bermimpi dan mulailah ACTION!”

Ya mungkin saja anda bosan dengan kata-kata ACTION yang selalu kami teriakkan lewat blog, lewat email, dan lewat berbagai kesempatan lainnya. Tapi itulah sebenarnya kunci keberhasilan anda.

Yang saya maksud dengan ACTION bukan berarti anda tidak perlu belajar soal bisnis internet. Tapi yang saya maksud adalah anda tidak perlu mempelajari semuanya di awal mengawali bisnis internet.

Yang anda butuhkan adalah seperti konsep LAP (learn, action, profit). Anda pelajari satu hal, lalu anda ACTION-kan, dan hasilkan keuntungan dari sana.

Kalau anda masih memaksa untuk mempelajari semuanya sekaligus dalam satu waktu, saya jamin bisnis internet anda tidak akan segera beroperasi. Yang terjadi adalah anda dilanda kebingungan yang tak berkesudahan.

Di bisnis internet, ketika anda tertimbun dalam tumpukan informasi, yang terjadi adalah anda makin bingung dan itu bisa jadi memperlambat gerakan ACTION anda. Apalagi tidak semua informasi yang ada di internet itu valid. Jadi anda perlu hati-hati.

Kalau anda hanya mereview saja, namun tanpa dibarengi dengan kesediaan untuk melakukan ACTION secara persisten, hasilnya pasti nihil. Pengetahuan yang dimiliki hanya mendekam di sudut otak anda sampai karatan.

Sebelum memasuki sebuah bidang bisnis baru, pasti tiap orang perlu mengenali dan belajar tentang bidang itu. Sama sekali tidak ada yang salah dengan belajar. Namun imbangi juga dengan kesediaan untuk ACTION.

Sekalipun bisnis internet itu sederhana, namun kalau anda hanya belajar saja, dijamin anda tidak akan mendapatkan hasil dari bisnis internet. Tindakanlah yang memberikan hasil.

Walau anda bilang kalau anda masih seorang newbie tapi itu tetap bukan sebuah alasan untuk menunda ACTION!

Saya pun dulu seorang newbie. :) Setelah saya pelajari sesuatu, lalu saya ACTION-kan, dan menghasilkan profit walau waktu itu belum begitu besar hasilnya.

Maksud saya,

Jangan jadikan newbie sebagai alasan buat anda untuk mengatakan tidak bisa atau untuk menunda ACTION. Tantang diri anda bahwa anda pasti bisa!

Enaknya di bisnis internet modal yang dibutuhkan ‘relatif’ sangat kecil. Kalau anda mau bandingkan dengan usaha offline lain pasti anda akan geleng-geleng kepala. Dari modal usaha yang demikian kecil tapi potensi pengembalian hasil dan profitnya sungguh luar biasa.

Tidak perlu tunggu bertahun-tahun untuk tunggu balik modal. Cukup dalam beberapa hari seperti yang dibuktikan dalam FormulaBisnis.com modal yang anda keluarkan bisa langsung kembali. Berikutnya, anda tinggal rasakan profit, profit dan profit…!

Itulah indahnya bisnis internet…

Kalaupun anda belum punya modal, anda bisa cari modalnya lewat internet juga. Seperti dengan menjadi affiliated dari www.formulabisnis.com/?id=ken_kanaidi . Cukup melakukan promosi dan dapatkan komisinya. Dari komisi-komisi tersebut kemudian bisa anda investasikan ulang untuk mulai membangun bisnis internet idaman anda.

Begitu luar biasanya bisnis internet kan?

Selama saya mempelajari berbagai macam bisnis, tak ada yang seindah dan seluar biasa bisnis internet ini.

Di internet ada banyak sekali peluang usaha. Begitu banyak juga teknik dan cara agar bisnis internet yang anda bangun bisa tegak berdiri dengan kokoh dan semakin menjulang.

Tapi anda tak perlu tahu semua itu ketika anda baru mau mulai bisnis internet. Seperti yang saya ajarkan di Formula Bisnis, yang anda perlukan hanya tiga:

  1. Produk.
  2. Situs web.
  3. Promosi.

Dari ketiga langkah dasar ini saya mengembangkan kerajaaan bisnis internet saya selama ini dan menjadi milyuner.

Maaf bukan saya hendak sombong atau pamer. Tapi ini sungguh yang saya alami dan saya ingin anda juga bisa melakukannya seperti saya dan banyak orang lain yang telah melakukannya lebih dulu dari anda.

Jadi kalau ada yang tanya kapan harus memulai bisnis internet?

Sederhana jawabannya. Bukan besok atau lusa. Tapi sekarang juga! Mulai hari ini anda mulai bisnis internet.

Apa yang dibutuhkan?

Pertama, yang anda butuhkan adalah komitmen. Anda memiliki komitmen untuk menjalankan bisnis internet. Sebab ini memang bisnis yang pantas untuk diperjuangkan, sekalipun mungkin anda pertama kali mengawalinya sebagai bisnis sampingan. Itu tidak jadi soal. Dengan alokasi waktu misal dua jam setiap harinya, anda bisa mulai bangun bisnis internet anda.

Kedua, buat daftar to do list yang harus anda kerjakan sampai bisnis internet anda jalan. Urutkan dan kerjakan satu persatu sampai semuanya selesai. Berdisiplinlah dalam menjalankannya.

Kalau semua tahapan itu sudah anda lalui anda akan sampai pada tahap memiliki bisnis internet sendiri dan siap mengembangkannya lebih besar dan lebih besar lagi. Selama proses yang anda jalani itu, penting untuk terus belajar dan action. Agar inovasi bisnis internet anda bisa jalan terus dan berdampak pada peningkatan profit.

Forwarded by : Kanaidi, SE., M.Si

Anda TERTARIK Bisnisnya?

Contact :

kana_ati@yahoo.com
atau
www.formulabisnis.com/?id=ken_kanaidi

Related Post :

http://www.jokosusilo.com/2010/04/03/bagaimana-membuat-momentum-kebangkitan-bisnis-internet-anda/


Rabu, 14 April 2010

Leverage: Rahasia yang Dipakai Orang-Orang Kaya untuk Melipatgandakan Kekayaan

Orang-orang kaya selalu punya rahasia untuk meningkatkan penghasilannya. Contohnya bagaimana Carlos Slim mampu meningkatkan kekayaannya sampai mencapai Rp 500 triliun dan bahkan menjadi orang terkaya dunia tahun ini, di saat dunia belum sembuh dari deraan krisis ekonomi.

Ya itulah leverage atau daya ungkit. Inilah rahasia orang kaya yang dalam ‘sekejap’ mampu meningkatkan kekayaannya secara berlipat-lipat.

Apa yang dimaksud leverage atau daya ungkit?

Pengertian leverage secara sederhana begini. Anda mampu melakukan percepatan usaha dengan luar biasa dengan melibatkan sumber daya di sekeliling anda.

Kalau anda mau buat toko online tapi kebingungan membuatnya, anda bisa meleverage-nya dengan memanfaatkan web developer atau pembuat web. Kalau anda mau mempercepat pemasaran internet produk anda, anda bisa buat sistem penyebaran seperti virus seperti yang saya ajarkan di Formula Bisnis. Kalau anda mau meleverage kemampuan anda di bidang bisnis internet atau internet marketing, anda bisa gabung dengan www.formulabisnis.com/?id=ken_kanaidi yang kami kelola.

Di atas tadi beberapa contoh sederhana leverage di bisnis internet. Leverage itu bisa berupa pembimbing, tim, network atau jaringan, sumber daya, sistem dan peralatan. Pada intinya, leverage atau daya ungkit itu erat kaitannya berhubungan dengan pihak lain.

Lalu pada hal yang bagaimana anda bisa memanfaatkan waktu , tenaga, dan skill orang lain untuk meleverage kesuksesan anda?

Yang perlu anda lakukan leverage adalah:

  • Pekerjaan dimana anda kurang ahli. Seperti misalnya anda tidak ahli desain, serahkan saja pada ahlinya. Kalau anda bingung bagaimana membuat web otomatis, anda bisa manfaatkan produk di gempar.com.
  • Membuat pekerjaan anda selesai lebih baik. Lebih baik artinya bisa lebih cepat atau lebih baik kualitasnya. Anda bisa ciptakan sistem dan kondisi yang mempercepat terselesaikannya pekerjaan-pekerjaan anda.

Cobalah untuk meleverage bisnis anda. Mulai dari satu dulu. Lihat hasilnya, dan jika berhasil tinggal anda terapkan leverage secara berulang-ulang terhadap berbagai aspek bisnis anda.

Kalau kembali ke kasus Carlos Slim tadi bagaimana dia mampu menaikkan kekayaannya sebesar 18,5 miliar US dollar dalam 12 bulan? Jawabannya karena dia mampu me-leverage saham-saham yang dimilikinya sehingga menghasilkan keuntungan yang berlipat untuknya.

Biar nantinya anda mudah ingat, saya tanya saja “sudahkah anda melakukan leverage hari ini?”

Forwarded by : Kanaidi, SE., M.Si


Anda TERTARIK Bisnisnya?

Contact :

kana_ati@yahoo.com
atau
www.formulabisnis.com/?id=ken_kanaidi

Related Posted :
http://www.jokosusilo.com/2010/03/24/leverage-rahasia-yang-dipakai-orang-orang-kaya-untuk-melipatgandakan-kekayaan/




Forwoded by :
Kanaidi, SE., M.Si* (Penulis, Peneliti, PeBisnis, Trainer dan Dosen Marketing Management).
e-mail ke : kana_ati@yahoo.com atau kanaidi@poltekpos.ac.id
* Profil Lengkap, lihat (click) di http://www.pemimpinunggul.com/thesis/kanaidi.html

Rabu, 04 November 2009

Cara Mendapat Passive Income Membludak dari Bisnis Internet

Saya sering tersenyum sendiri mendengar guyonan lama ini. “Muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga”. Enak sekali bisa hidup seperti itu. Anda menginginkannya? Maaf, saya tidak punya tips untuk itu. Tapi jika anda ingin memiliki penghasilan tanpa batas meski anda sudah tak lagi bekerja, saya punya caranya.

Ya, saya serius, saya akan memberikannya untuk anda.

Memiliki pemasukan tetap tanpa bekerja bukan hal yang mustahil. Lihatlah para internet marketer sukses. Mereka hanya duduk, bekerja di depan komputer tapi pundi-pundi uang terus mengalir masuk rekening. Bahkan sekalipun mereka sedang enggan untuk melakukan pekerjaannya, uang tak akan pernah berhenti mengalir.

Anda juga bisa memiliki penghasilan seperti itu. Caranya, anda harus memiliki sumber passive income. Ya, passive income akan membuat anda kaya meski anda tak bekerja. Lantas bagaimana memiliki passive income? Anda sudah tak sabar ingin segera memilikinya? Sabar, saya akan menjelaskannya untuk anda.

Dalam dunia offline, passive income biasanya dimiliki seseorang dengan menginvestasikan sebagian uangnya. Contohnya dengan membeli rumah lalu menyewakannya pada orang lain. Anda membeli properti sekali, tapi anda akan mendapatkan pemasukan dari sewa rumah itu berkali-kali.

Nah, sekarang, dengan internet kesempatan mendapat passive income menjadi sangat terbuka, anda juga bisa mendapatkannya.

Di internet anda bisa menemukan berbagai jenis bisnis yang menjanjikan passive income. Pilihlah salah satu untuk dipromosikan. Sumber passive income di internet banyak macamnya. Bisa berupa situs keanggotaan. Anda mendapatkan penghasilan tiap kali ada anggota baru yang bergabung.
Tapi itu bukan satu-satunya cara. Jika anda mau belajar, anda bisa membuat produk sendiri dan menjualnya. Bentuknya bisa berupa e-book, software, newsletter, atau produk lain yang didasarkan pada sistem berlangganan.
Anda jangan mengernyitkan kening dulu. Cara ini tak sesulit yang anda kira jika anda mencobanya.

Selain itu, anda juga bisa membangun passive income dengan sistem marketing online. Hah, apalagi itu? Ini cara memasarkan produk tertentu melalui internet. Sekarang internet bisa diubah menjadi sistem marketing yang handal. Dengan jutaan pengguna, internet adalah salesman yang andal.

Dengan internet marketing anda bisa menawarkan barang apapun kepada siapapun. Anda tak perlu bertemu langsung dengan pelanggan. Anda tawarkan, biarkan mereka berpikir, jika setuju, mereka akan mengirim sejumlah uang pada anda. Dan sistem akan bekerja secara otomatis.
Apa cara itu tidak sangat merepotkan? Tidak. Ini mudah, jauh lebih mudah dari bisnis yang anda lakoni saat ini. Ini cara yang sangat cerdas untuk membangun sumber passive income. Nanti, setelah sistem berjalan dengan sendirinya, anda tinggal duduk di rumah. Mengecek uang yang masuk ke rekening anda pun bisa dilakukan dengan internet. Nyaman sekali kan hidup seperti ini?

Nah, saatnya beraksi. Jika anda sepakat memilih jalan ini, seperti ajaran SMUO, buatlah produk dan situs web penjualan. Buat sebagus mungkin dan promosikan. Buat setiap orang mengenal situs web anda dan undang mereka berkunjung. Saat situs web anda sudah terkenal, anda akan banyak diuntungkan. Jika anda memiliki produk baru anda hanya tinggal memasukannya dalam situs web, dan pengunjung anda akan membelinya.
Benar-benar cerdas kan? Asal anda serius mengelolanya, saya yakin anda bisa sukses. Lagipula, dalam membangun bisnis ini tidak diperlukan banyak modal. Anda hanya harus yakin bahwa anda bisa. Saya bisa, dan saya yakin anda pasti juga bisa!
Segera mulai bisnis ini. Bangun pasive income dari sekarang dan nikmati hasilnya.
Salam ACTION

Forwarded by : Kanaidi, SE., M.Si (Pebisnis, Penulis, Peneliti, Dosen Marketing & Trainer)
e-mail : kana_ati@yahoo.com

Related Post :
http://www.jokosusilo.com/2008/08/27/cara-mendapat-passive-income-membludak-dari-bisnis-internet/
www.formulabisnis.com/?id=ken_kanaidi

Sabtu, 31 Oktober 2009

Bagaimana Cara Mendapatkan Pasif Income dari Internet

Sering saya mendapat pertanyaan: Pak bisakah saya mendapatkan pasif income dari internet? Apa yang harus saya lakukan untuk menghasilkan pasif income dari internet? Dan banyak lagi pertanyaan sejenis yang menanyakan bagaimana cara mendapatkan penghasilan pasif dari internet.

Pertanyaan semacam ini mungkin juga sudah lama ada dalam pikiran anda. Anda mencari-cari bagaimana agar anda bisa penghasilan otomatis dari internet tanpa harus banyak mengeluarkan keringat. Mau tahu?

Kuncinya satu untuk menghasilkan pasif income yaitu anda harus mengembangkan sumber penghasilan yang bisa menghasilkan pasif income, membuat sistemnya, dan memantau sistem itu bekerja dengan baik.

Seperti yang sudah saya rasakan dari Formula Bisnis yang membuat saya menghasilkan uang melimpah dengan cukup menyisihkan sedikit waktu untuk mengurusi bisnis internet ini.
Untuk membuat bisnis yang sukses dan potensial menghasilkan pasif income, langkah-langkahnya:
1. Buat produk informasi anda Kalau selama ini misalkan anda sukses dengan bisnis anda bahkan sudah menjadi konsultan dalam bidang tersebut, yang perlu anda lakukan untuk menghasilkan pasif income adalah membuat produk informasi sesuai bidang anda. Membuat produk informasi memudahkan anda untuk mengajari banyak orang tanpa harus bertemu tatap muka. Tambahkan juga software yang terkait dengan produk informasi anda untuk mempertinggi nilai jual produk anda.Dua langkah berikutnya seperti yang telah diterangkan di panduan SMUO yaitu buat web otomatis dan promosi.

2. Buat sistem. Setelah bisnis internet anda jalan, selanjutnya anda perlu buat sistem agar bisnis internet anda bisa berjalan tanpa kehadiran anda atau dengan campur tangan anda secara minimal. Sistem itu yang akan menggerakkan roda bisnis internet anda.

3. Rekrut orang. Sistem sudah jadi, selanjutnya anda perlu cari orang untuk menjalankan sistem tersebut, sedang anda cukup memantaunya saja. Berbisnis internet sekarang ini tidak lagi jamannya kalau semuanya harus dikerjakan seorang diri. Siapapun pasti akan kewalahan kalau menjalankan segala aktivitas bisnis internet seorang diri. Hasilnya saya yakin juga akan jauh dari maksimal. Karena itu anda perlu rekrut orang dan tempatkan pada tempat yang tepat dalam sistem yang sudah anda ciptakan

Itu yang saya lakukan selama ini dan membuat saya menghasilkan pasif income dari bisnis internet. Anda pun saya yakin bisa. Ikuti jejak saya untuk membangun bisnis internet anda agar mampu membuat penghasilan pasif selamanya.
Salam ACTION!

Forwarded by: Kanaidi, SE., M.Si (Pebisnis, Peneliti, Penulis, Dosen Marketing & Trainer)
e-mail : kana_ati@yahoo.com
*Profil Lengkap, lihat (click) di http://www.pemimpinunggul.com/thesis/kanaidi.html

Related Post:
www.formulabisnis.com/?id=ken_kanaidi
http://www.jokosusilo.com/2009/10/29/bagaimana-cara-mendapatkan-pasif-income-dari-internet/

Kamis, 13 Agustus 2009

Ingin Internet Membuat ”Sukses Penghasilan Tambahan” Anda?

Temukan rahasia sukses bisnis internet dan pengalaman berharga
click disini www.formulabisnis.com/?id=ken_kanaidi

ACTION dan Penggunaan ALAT sebagai Kunci SUKSES dalam Bisnis

Sebagaimana sudah saya coba bahas pada artikel Kunci Sukses pada http://ken-sukses.blogspot.com/2009/08/kunci-sukses-dalam-bisnis.html yang lalu, jelas bahwa ACTION dan Penggunaan Alat merupakan dua hal yang dapat mengantarkan kita pada ”Kesuksesan dalam Bisnis”. Berdasarkan pengalaman yang ada (dan tidak mengecilkan arti kunci-kunci lainnya), berikut ini akan saya coba ulas lebih dalam khusus tentang kedua hal tersebut di atas. Semoga ulasan pada blog ini akan bermanfaat bagi kita semua.

a. ACTION sebagai salah satu Kunci SUKSES
Banyak orang berpikir bahwa bila dia sudah punya cita-cita/impian yang luhur dan bagus dalam bisnis itu sudah cukup. Padahal dalam mengejar kesuksesan bisnis, itu belum lah cukup, melainkan bisnis kita yang ada perlu dijalankan dengan tekun dan terus-menerus tanpa henti, sampai tercapai apa yang kita impikan. Setelah suatu impian kita tercapai, hendaknya bisnis kita tidak berhenti sampai disitu saja, melainkan terus lah jalankan untuk mengejar impian kita berikutnya. Terlebih lagi bila cita-cita yang kita impikan Itu memang belum tercapai atau belum berhasil, maka kita perlu jalankan bisnis kita lebih giat lagi. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa dalam menjalankan bisnis seringkali kita mengalami kelelahan bahkan kegagalan. Namun jika kita ingin sukses, kita tidak boleh berhenti dalam kondisi lelah atau gagal sekalipun, melainkan kita harus terus bangun dan bangkit kembali. Lakukan lagi bisnis kita dengan lebih giat lagi. Kita tidak boleh terlena dalam kegagalan. Tumbuhkan kembali semangat pada diri kita, lihat lagi impian yang telah kita buat dalam ”Buku Impian”.
Hal ini sejalan dengan pendapat Joko Susilo dalam blognya yang menyatakan "Berani berkorban. Orang Jawa bilang, jer besuki mawa bea. Ini pepatah lama yang tetap cocok sampai kapanpun. Untuk meraih kesuksesan anda harus berkorban lebih dulu" (http://www.jokosusilo.com/2008/08/14/8-cara-praktis-membuat-blog-sukses-spektakuler/)

Selain itu, untuk menyemangati diri kita perlu lakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Coba ingat-ingat lagi apa saja keberhasilan dan kesuksesan yang pernah kita raih sebelumnya.
Dengan melakukan itu maka akan tergambar dalam benak kita bahwa kita pernah sukses sebelumnya. Ini akan membangkitkan kembali semangat kita dalam bisnis. Perlu juga disadari bahwa untuk mencapai suatu sukses pasti kita akan mengalami keletihan atau kegagalan. Terlebih lagi perlu kita yakini bahwa tidak akan pernah ada SUKSES yang tidak mengalami gagal, karena antara sukses dan gagal dapat diibaratkan dua sisi mata uang yang sebenarnya adalah satu dan tidak bisa dipisahkan; dimana sukses dan gagal adalah bergandengan. Yang penting di sini, jangan fokus pada kegagalan tetapi fokuskan lah perhatian kita pada keberhasilan yang akan kita raih setelah itu.
Lakukan lagi bisnis kita. Anggap saja kegagalan kita itu sebagai kaca spion di sepeda motor atau mobil kita, yang boleh kita tengok sekali-sekali. Bangkit lah kembali untuk menyongsong kesuksesan yang akan kita raih. Dengan kata lain bawa lah alam pikiran kita ke arah positif. Untuk sukses pasti mengalami gagal dan gagal adalah bagian dari kesuksesan yang akan kita raih. Hal ini sejalan dengan pendapat Joko Susilo dalam blognya http://www.jokosusilo.com/2009/07/26/inilah-10-kunci-iklan-sukses-yang-perlu-anda-perhatikan-serius-bagian-2/

2. Dengarkan lagu-lagu berirama kesuksesan dan ikuti seminar yang bertajuk kiat dan kunci sukses
Dengan melakukan itu maka akan menumbuhkan kembali semangat pada diri kita untuk bangkit kembali dalam bisnis yang kita jalani.
Melalui lagu-lagu berirama positif akan menyemangati diri kita, terlebih dengan mengikuti seminar sukses, kita akan mendapat masukan dari pembicara atau peserta seminar lain bahwa dia sukses namun pasti pernah juga mengalami gagal. Di sana juga kita akan tahu bahwa jangan-jangan kegagalan yang kita alami saat ini belum seberapa dibandingkan kegagalan yang pernah dialami pembicara seminar atau peserta lain yang sukses. Hal itu akan menjadi pengobat bagi kesuksesan kita ke depan.

3. Baca dan pelajari otobiografi orang-orang sukses, serta bergaul lah selalu dengan orang-orang sukses.
Di saat bisnis kita sedang lesu atau kita sendiri sedang mengalami kegagalan, disamping hal-hal tersebut di atas, ada baiknya jika kita baca-baca dan pelajari otobiografi dan kisah orang-orang sukses. Kita bisa pilih siapa yang kita kagumi dan kita anggap berhasil, lalu pelajari kisah suksesnya. Misalkan kisah sukses penemuan/penciptaan listrik oleh Thomas Alpha Edison. Dengan demikian akan membawa kita untuk bertindak dengan semangat menjalankan bisnis kita, guna menyongsong kesuksesan yang kita impikan.
Di samping itu, dalam menjalankan bisnis, selalu lah bergaul dan berkonsultasi dengan orang yang kita percaya dan juga dia adalah orang-orang yang sukses. Ada pepatah yang mengatakan ”Jika kita ingin pintar, bergaul lah dengan orang-orang pintar, jika kita ingin kaya maka bergaul lah dengan orang-orang kaya, dan jika kita ingin sukses maka bergaul lah dengan orang-orang sukses. Dengan demikian maka kita akan mampu mawas diri dan memetik hikmah bahwa orang-orang yang sukses tersebut adalah orang-orang yang giat, rajin, berpikir positif, dan pantang menyerah dalam mengejar kesuksesannya.
Joko Susilo dalam salah satu blognya (http://www.jokosusilo.com/2009/04/12/musuh-terbesar-dalam-diri-kita/)
menyatakan "Jika anda memikirkan hal positif dan fokus pada yang anda inginkan, lebih mudah bagi anda mencapainya. Sebaliknya, jika anda fokus pada hal-hal yang tak anda inginkan, bisa jadi hal negatif itu mendekati diri anda. Logikanya sederhana. Jika anda fokus pada sesuatu yang tak anda inginkan, bisa jadi anda abai terhadap apa yang anda inginkan".

4. Susun dan rancang lagi rencana kerja bisnis kita dengan lebih teliti lagi.
Setelah beberapa hal tersebut di atas kita lakukan, kini tiba lah saatnya bagi kita untuk menyusun dan merancang ulang rencana kerja bisnis kita dengan lebih teliti lagi. Lalu dengan semangat baru itu kita jalankan bisnis dengan lebih giat lagi.

b. Penggunaan Alat sebagai salah satu Kunci SUKSES
Dalam menjalankan bisnis, guna menyongsong kesuksesan yang kita impikan, kerja keras dalam membangun bisnis sebagaimana diuraikan pada butir a di atas belumlah cukup, perlu juga dilakukan hal-hal berikut ini disertai dengan penggunaan metode dan alat-alat yang tepat (itulah yang disebut dengan kerjakan bisnis secara cermat/smart), yaitu:

1. Lakukan prospecting dan tambah terus daftar nama kenalan.
Yang dimaksud di sini adalah selalu lah lakukan untuk terus berkenalan dengan orang lain. Di mana pun kita berada, selalu lah untuk berusaha menambah kenalan dan kenalan baru.
Banyak cara dan alat yang bisa kita gunakan. Salah satu caranya adalah ikuti lah kegiatan-kegiatan atau ikut lah dalam perkumpulan-perkumpulan (club/kelompok) yang kita sukai. Dengan demikian kita akan mendapatkan tambahan daftar nama kenalan-kenalan baru. Atau pada saat kita bertemu dengan seseorang, dimana pun dan dalam kondisi apa pun usahakan untuk saling berkenalan, misalnya mulai lah dengan ramah kita menyapa yang bersangkutan, lalu kenalan, dan bisa dilanjutkan dengan saling bertukar kartu nama atau dengan sopan meminta alamat dan nomor telepon atau nomor handpone serta e-mail address kenalan baru kita tersebut. Begitu juga bila kita senang dengan facebook, perbanyak lah kenalan (add friend). Dengan demikian kita akan mendapatkan banyak tambahan nama kenalan-kenalan baru.

2. Selalu lakukan pendekatan (approach) terhadap kenalan kita.
Terhadap kenalan-kenalan baru kita tersebut di atas selalu lah lakukan pendekatan, baik just to say hello atau pun berkomunikasi/ menanyankan sesuatu, misalnya dengan secarik surat atau sms atau telepon atau chatting untuk menanyakan kabar pekerjaan/usaha yang bersangkutan atau kabar keluarganya dsb. Banyak hal yang bisa kita kemukakan dalam usaha selalu mengingatkan kembali bahwa kita pernah berkenalan dengannya. Kebanyakan kita sering lupa untuk menyapa kembali kenalan-kenalan baru kita itu, sehingga setelah sekian lama dia juga akan menjadi lupa juga terhadap kita. Bila kita ingin sukses dalam menjalankan bisnis, sebaiknya hal itu kita hindari. Usahakan untuk selalu melakukan pendekatan dengan orang-orang yang pernah kita kenal.
Dengan demikian kita prospek kita akan selalu bertambah.

3. Promosikan dan presentasikan produk dari bisnis kita.
Produk (baik berupa produk atau jasa atau artikel/tulisan) yang ada dalam bisnis kita perlu sesering mungkin dipromosikan dan presentasikan/didemonstrasikan. Karena melalui promosi/presentasi/ demonstrasi itu lah produk kita bisa dikenal.
Banyak cara dan media yang bisa kita gunakan dalam mempromosikan produk yang ada dalam bisnis kita. Bisa dilakukan dengan cara penyebaran proposal bisnis, brosur, atau secara personal selling kepada kenalan-kenalan kita tersebut di atas, atau dengan cara pasang iklan (baik di TV, koran, majalah, atau via telepon/sms, atau melalui internet/e-mail address).
Yang perlu diingat, bagi kita yang menjalankan bisnis secara personal selling ada patokan (formula) yang perlu kita cermati bahwa dari 100 orang yang kita tawari, ada kecenderungan yang benar-benar mau menerima/membeli produk dari kita atau join dalam bisnis kita hanya sekitar 3-5 orang. Misalkan dalam menjalankan bisnis, kita sebarkan e-mail/sms ke 100 orang, maka prospek yang benar-benar mau membeli/join dengan kita banyaknya hanya sekitar 3 sampai 5 orang saja. Itu pun kita harus sudah bersyukurpresentasii promosi/presentasi.i.demonstrasi itu lah produk kita bisa dikenal. Banyak cara dan media yang bisa kita gunakan dal, karena dengan demikian mengidentifikasikan bahwa bisnis kita sudah jalan.
Dengan formula di atas menunjukkan kepada kita untuk tidak cepat kecewa bila dalam penawaran kepada hanya beberapa orang saja, kita belum mendapatkan orang yang mau membeli produk kita/belum join dengan bisnis kita. Anggap saja kita belum menemukan orang yang tepat. Lakukan terus, promosikan/presentasikan lagi produk/bisnis kita kepada orang lain yang lebih banyak lagi, sampai kita dapatkan orang yang benar-benar mau membeli/join dengan kita.
Ini lah salah satu bentuk ujian ketangguhan kita dalam menjalankan bisnis, semakin banyak orang yang menolak seharusnya kita lebih tertantang dan lebih giat lagi untuk terus dan terus menjalankan bisnis sampai tercapai apa yang kita inginkan. Untuk itu, dalam menjalankan bisnis perlu ditetapkan prioritas prospek yang akan ditawari, serta perlu diset target pencapaian yang akan kita raih (baik target per triwulan, atau per bulan, bahkan target harian).
Dengan adanya urut prioritas prospek dan adanya target pencapaian tersebut akan membuat kita dapat menghitung tingkat kesuksesan bisnis kita. Lakukan terus hal tersebut secara berkesinambungan, yang lama-kelamaan akan menjadikan kita terbiasa menghadapi situasi seperti itu, dan yakin lah akhirnya akan mengasah felling/insting bisnis kita.

4. Atasi keberatan dan penolakan (Handling Objection)
Dari sekian banyak orang yang kita tawari produk/bisnis kita, biasanya akan ada sekian banyak juga dari mereka yang mengajukan pertanyaan/ keberatan atas promosi/presentasi/demonstrasi yang kita lakukan. Pertanyaan/keberatan mereka itu juga bermacam-macam, ada yang mengarah ke penjelasan detail tentang produk/bisnis kita, ada yang mencemooh, ada juga yang membanding-bandingkan produk/bisnis kita dengan pesaing kita, dsb.
Proses ini kalau mau dikatakan berat, memang cukup berat. Terlebih lagi bila yang menolak/mencemooh kita tersebut adalah teman kita sendiri. Tapi, untuk menyongsong kesuksesan kita dalam bisnis, proses ini perlu kita lalui. Ini lah proses pendewasaan kita untuk sukses mencapai impian yang kita inginkan. Ada yang mengatakan bahwa sukses sering kali datang pada mereka yang berani bertindak, dan jarang menghampiri penakut dan pecundang yang tidak berani mengambil konsekuensi. Untuk itu, bagi kita yang kuat keiinginan untuk sukses perlu mengambil konsekuensi tersebut. Tanggapi dan jelaskan dengan tenang dan bijaksana atas pertanyaan/keberatan prospek kita tersebut. Ingat, jangan sekali-kali berdebat dengan prospek/audiens. Dapat juga dalam menanggapi pertanyaan/keberatan prospek tersebut kita gunakan kata-kata majik (magic words), seperti kata-kata : ”saya sependapat dengan Bapak/Ibu/Anda”, untuk menyamakan serta mensepadankan persepsi dan alam pikir audiens dengan alam pikir kita.
Sebaliknya, bila dari presentasi/demonstrasi kita itu tidak ada tanggapan sama sekali dari prospek/audiens, maka kita lah yang harus aktif dengan mengajukan beberapa pertanyaan ringan kepada para prospek/audiens. Lakukan terus sampai ada kejelasan tanggapan dari para prospek/ audiens kita tersebut. Jangan lupa atas pertanyaan/keberatan/tanggapan para prospek/audiens itu perlu kita buat catatan, untuk nantinya kita jadikan bahan evaluasi bisnis kita.
Yakin lah bahwa dari sekian banyak prospek kita itu mereka akhirnya akan terbagi ke dalam 3 (tiga) kelompok besar, yaitu : 1) ada yang jelas menolak (termasuk yang tidak mempedulikan), 2) ada yang ragu-ragu (masih pikir-pikir), dan 3) ada yang benar-benar ”ya” mau join/menerima/membeli. Kelompok 1) dan 2) ini biasanya yang akan paling banyak kita temui.
Terhadap kelompok yang menolak, perlu kita mintai dari mereka referensi alamat/telepon/e-mail address teman-teman/saudara/kenalannya yang memungkinkan untuk bisa kita jadikan prospek di masa mendatang. Bagi kelompok yang jelas-jelas menyatakan ”ya” segera lah lakukan closing, sebagaimana yang akan diuraikan pada butir 5 berikut ini. Sedangkan bagi kelompok yang ragu-ragu (masih pikir-pikir) lakukan proses, sebagaimana yang akan diuraikan pada butir 6 di bawah ini.

5. Lakukan penutup (Closing)
Dari sekian tahapan proses di atas, sampai lah kita pada proses closing. Pada proses ini lupa untuk mencatat pada form order/transaksi dari audiens. Tekankan bahwa ini adalah saat yang tepat bagi para pemesan/pembeli untuk bertransaksi/join, yang dikaitkan dengan adanya berbagai keuntungan/batasan diskon/bonus-bonus bagi yang segera membeli/ memesan/memutuskan untuk join saat itu. Segera lah penuhi pesanan/pembelian/pendaftaran tersebut.

6. Lakukan tindak-lanjut (Follow-Up)
Bagi kelompok yang ragu-ragu (masih pikir-pikir) jangan lupa untuk dilakukan tindak-lanjut (follow-up) berupa kunjungan atau diskusi detail pada kesempatan berikutnya. Untuk persiapan agar bisa terjadinya follow-up dengan baik, maka sebelum berpisah dengan prospek (saat presentasi/demonstrasi tadi) sebaiknya segera tawarkan waktu untuk kita bertemu kembali atau kontak kembali dengan prospek-prospek tersebut secara satu persatu. Apabila follow-up tersebut dapat dilakukan dengan baik, maka masih akan terbuka peluang bagi kita untuik mendapatkan prospek yang berubah pikiran dari ragu-ragu menjadi “ya” membeli/ memesan/memutuskan untuk join dengan bisnis kita atau seminimal mungkin kita bisa mendapatkan referensi alamat/telepon/e-mail address teman-teman/saudara/kenalan mereka yang memungkinkan untuk bisa kita jadikan prospek di masa mendatang. Ini lah salah satu keunggulan dari adanya follow-up. Oleh sebab itu, lakukan follow-up dengan pendekatan yang lebih baik dan lebih intens demi kesuksesan bisnis kita. Yang perlu juga diingat bahwa "Pelanggan adalah Nyawanya Bisnis Anda", sebagaimana ditulis oleh Joko Susilo dalam blognya http://www.jokosusilo.com/2009/05/16/pelanggan-adalah-nyawa-bisnis-internet-anda/

Selamat melakukan ACTION dan Salam SUKSES.

Kanaidi, SE., M.Si (Pebisnis, Penulis dan Peneliti, Trainer dan Dosen Management Marketing)
e-mail : kana_ati@yahoo.com atau kanaidi@poltekpos.ac.id

Related Post :
http://ken-kanaidi.blogspot.com/
www.formulabisnis.com/?id=ken_kanaidi